Pengertian Konotasi dan Denotasi, Ciri-ciri dan Contohnya


Pengertian Konotasi dan Denotasi

Penjelasan materi terkait pengertian serta definisi konotasi dan denotasi, yang meliputi juga ciri-ciri dan contohnya. Selamat datang sobat di laman kami yang akan membahas mengenai arti konotasi dan denotasi dilengkapi dengan ciri-cirinya. Pelajaran bahasa Indonesia yang membahas mengenai konotasi dan denotasi ini akan menarik apabila ada contohnya juga. Selanjutnya sobat tinggal menyediakan buku catatan khusus bahasa indonesia yang membahas mengenai materi ini secara lengkap sebagaimana kisi-kisi yang tersaji dalam rumuspelajaran.com.

Makna denotasi ialah makna harfiah yang sebenarnya dari suatu kata sedangkan makna konotasi adalah makna tambahan atau makna yang berhubungan dengan nilai rasa. Sebagai contoh seorang wanita memiliki makna denotasi sebagai makhluk hidup yang bisa hamil, berparas cantik, di mana kebalikannya dari laki-laki.

Dalam diri seorang wanita, terdapat ciri-ciri tambahan yang melekat, misalnya wanita dikenal cengeng, ribet, dan selalu benar. Kemudian dari kata cengeng, ribet, lama, inilah makna konotasi dari wanita. Makna konotasi ini pada umumnya dipandang sudah menjadi kesepakatan masyarakat masing-masing. Dan yang perlu diperhatikan juga saat di daerah/tempat/masyarakat bisa berbeda makna konotasinya.

Ciri-Ciri Kalimat Denotasi dan Konotasi

Adapun beberapa ciri-ciri kalimat denotasi dan konotasi bisa sobat baca adalah sebagai berikut :

Ciri-Ciri Kalimat Denotasi

  • Apa adanya
  • Sesuai dengan penelitian
  • Makna dasar

Ciri-Ciri Kalimat Denotasi

  • Tidak memiliki makna sebenarnya
  • Makna koseptual sebagai makna tambahan
  • Maknanya memiliki nilai rasa

Baca Juga: Pengertian Asimilasi, Syarat Terjadi, Faktor Pendorong dan Penghalang

Contoh Kalimat Konotasi dan Denotasi

Berikut ini contoh-contoh kalimat denotasi dan konotasi di dalam bahasa Indonesia:

Kalimat denotasi:

Wisnu memakan apel.

Kalimat konotasi:

Kecelakaan di jalan mawar telah memakan banyak korban. (memakan: mengakibatkan)

Kalimat denotasi:

Ari suka baju berwarna hitam.

Kalimat konotasi:

Ari tidak suka kampanye hitam. (kampanye hitam: kampanye jahat)

Kalimat denotasi:

Rona memiliki tangan yang panjang.

Kalimat konotasi:

Temannya ternyata seseorang yang panjang tangan. (panjang tangan: suka mencuri)

Kalimat denotasi:

Joko kepalanya sangat besar.

Kalimat konotasi:

Indah tidak suka orang yang besar kepala. (besar kepala: sombong)

Kalimat denotasi:

Andi akan mengecat meja menjadi hijau.

Kalimat konotasi:

Para koruptor dibawa ke meja hijau. (meja hijau: pengadilan)

Itulah beberapa pengertian denotasi dan konotasi dilengkapi ciri-ciri beserta contohnya yang tentunya menyenangkan bisa belajar bahasa indonesia ini. Sebab negara indonesia mempunyai keberagaman bahasa dan suku yang berbeda-beda.