5 Tahapan Perkembangan Anak Berdasarkan Usia yang Perlu Diketahui

Tahapan Perkembangan Anak Berdasarkan Usia yang Perlu Diketahui

Masa anak-anak merupakan fase pertumbuhan dan perkembangan. Baik itu pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan maupun sosial emosional. Seiring dengan pertumbuhan, usianya terdapat berbagai milestones atau tahapan yang harus dicapai.

Masing-masing tahapan pertumbuhan dan perkembangan ini hanya terjadi sekali dalam seumur hidup anak. Oleh karena itu sebaiknya orang tua tidak melewatkannya.

Untuk membantu anak mencapai targetnya orang tua perlu mengetahui apa saja tahapan perkembangan anak berdasarkan usianya. Selain itu juga stimulasi seperti apa yang tepat digunakan dalam fase tersebut.

Tahapan Perkembangan Anak Sesuai Usia

Tahapan Perkembangan Anak Sesuai Usia

Bagi para ibu baru, berikut adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan usianya yang perlu diketahui.

1. Usia 1 – 4 Tahun

Pada usia 1 – 4 tahun yang sering juga disebut dengan golden age. Anak mempelajari banyak hal. Yang utama adalah pertumbuhan fifik dan kognitif. Pada fase ini anak belajar koordinasi tubuh, motorik kasar dan halus serta ketrampilan kognitif berupa kempauan komunikasi dan bahasa.

Tahapan emosional sudah mulai berkembang. Pada anak usia ini, cenderung lebih menyukai aktifitas fisik dan diluar ruangan. Termasuk mengenali dan mengeksplorasi lingkungan rumah.

2. Usia 5 – 6 Tahun

Ketika Anak memasuki usia 5 – 6 tahun, perkembangan dalam hal sosial dan emosional yang akan berkembang lebih pesar. Anak akan mempelajari berbagai karakterisitik orang, termasuk orang tua, saudara dan teman.

Anak sudah mulai mengekspresikan emosi, dalam hal ini orang tua berperan besar untuk memberi arahan agar anak dapat mengelola berbagai emosi dengan baik.

Beri dukungan ketika anak sulit bersosialisasi. Pada tahap ini pola makan dan tidur akan mengalami perubahan besar. Fase ini adalah masa paling tepat untuk mengajarkan anak tentang disiplin dan tanggung jawab. Pertumbuhan fisik juga tidak lebih pesat dibanding saat balita.

3. Usia 7 – 12 Tahun

Memasuki usia sekolah dasar, anak-anak akan belajar bersosialisasi lebih baik. Juga menggali minat dan hobi masing-masing. Anak akan mulai mengenal persahabatan, mencoba berbaai hal untuk menentukan minat dan hobi.

Anak juga mulai bisa mempertahankan keinginan. Sehingga Anda tidak perlu heran jika pada usia ini anak menunjukkan perlawanan. Pengelolaan disiplin dan tanggung jawab juga harus terus dilakukan agar anak semakin terbiasa.

4. Usia 13 – 15 Tahun

Usia 13 – 15 tahun juga disebut sebagai usia praremaja. Pada usia ini anak memasuki masa pubertas. Dan biasanya perubahan pada tubuh merupakan masalah dan juga kesulitan tersendiri bagi anak. Pada fase ini pertumbuhan fisik kembali pesat.

Anda harus mengarahkan dan memberi penjelasan pada anak mengenai pubertas. Agar anak tidak merasa asing dengan dirinya dan juga tetap percaya diri.

5. Usia 16 Tahun ke Atas

Masa remaja dimulai semenjak usia 16 tahun. Pada usia ini pertumbuhan fisiknya kembali melambat. Pada usia ini sebaiknya anak sudah memiliki kontrol emosi yang baik dan mengenal rasa tanggung jawab.

Pada usia ini ketrampilan sosial emosional masih harus terus distimulasi. Anak juga harus diajarkan untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. Perlakukan anak seperti teman, bukan lagi anak kecil yang belum mengetahui banyak hal. Sering diajak berdiskusi dan mengobrol ringan aga anak lebih terbuka.