Kenali Cara Gerak Organ Manusia yang Perlu Anda Ketahui

Kenali Cara Gerak Organ Manusia yang Perlu Anda Ketahui

Tubuh kita bekerja melalui rangkaian berbagai sistem organ, mulai dari sistem pernafasan, sistem pencernaan, sampai ke sistem gerak. Sistem gerak pada manusia tidak hanya memegang peranan dalam proses pergerakan, namun juga berperan dalam membentuk postur tubuh serta memberikan stabilitas pada tubuh kita. Lantas, bagaimana cara gerak organ manusia?

Berikut ini akan kami uraikan cara kerja sistem gerak pada manusia dan organ-organ yang terlibat di dalamnya.

Sistem Gerak pada Manusia

Sistem gerak pada manusia adalah sistem kompleks yang melibatkan tulang, otot, sendi, serta ligamen dan tulang rawan. Masing-masing organ ini memiliki fungsi spesifik dalam sistem gerak, yang kemudian akan bekerja sama untuk menggerakkan tubuh kita.

Pada sistem gerak manusia tulang satu dengan lainnya dihubungan oleh jaringan ikat, ligamen dan tulang rawan. Daerah pertemuan dua tulang ini dinamakan dengan sendi. Sendi berfungsi agar tubuh lebih leluasa bergerak. Sedangkan untuk menopang berat tubuh, tulang akan bekerjasama dengan otot, posisi otot menempel pada tulang, karena otot perlu tumpuan agar dapat bekerja dengan baik.

Setelah mengetahui secara garis besar mengenai cara kerja sistem pergerakan maka akan kita bahas satu persatu mengenai organ penyusun sistem gerak pada manusia.

1. Tulang

Tulang merupakan organ utama pada sistem gerak manusia. Tulang memiliki dua lapisan penutup yaitu lapisan luar yang sangat kerasa serta lapisan dalam yang sedikit lebih lunak. Di dalam tubuh manusia dewasa terdapat kurang lebih 206 tulang, jumlah ini sudah jauh berkurang jika dibandingkan dengan saat masih anak-anak.

Tulang memang memegang peranan utama dalam sistem gerak, namun sebenarnya tulang juga memiliki fungsi yang lain sebagai berikut:

  • Melindungi organ-organ vital di dalam tubuh
  • Sebagai fondasi tubuh
  • Menyimpan kalsium
  • Memproduksi sel darah

Sebagaimana organ tubuh yang lain, tulang juga selalu memperbarui dirinya setiap 10 tahun sekali. Hal iini tidak terjadi secara bersamaan, jadi setiap tahunnya, sekitar 20% dari total tulang di tubuh berganti dengan yang baru.

2. Otot

Dalam tubuh manusia terdapat tiga jenis otot, dan dua diantaranya berperan dalam sistem gerak pada manusia. Dua otot ini adalah otot skeletal dan jga otot halus. untuk lebih jelasnya akan kita bahas satu per satu sebagai berikut:

2.1. Otot Skeletal

Otot skeletal adalah otot yang melekat pada tulang dan sekitar sendi. Otot ini terbentuk dari serat-serat elastis, sehingga membuat tubuh kita dapat bergerak dengan leluasa. ciri lain dari otot ini adalah hanya dapat bergerak dengan kesadaran, jadi otot ini akan bergerak jika diperintahkan untuk bergerak. Sebagai contoh bagian tubuh yang memiliki otot skeletal adalah otot betis, otot paha, otot perut, dan lengan.

2.2. Otot Halus

Berikutnya adalah otot halus, otot ini bergerak diluar kesadaran. Jadi otot halus tetap diperintah oleh otak, namun diluar kesadaran kita. Biasanya otot halus bekerja secara otomatis jika dibutuhkan. Berbeda dari otot skeletal yang pergerakannya dilakukan secara sadar, pergerakan otot halus terjadi secara otomatis, tanpa keingingan.

Sebenarnya, pergerakan otot halus pergerakannya diatur oleh otak. Namun, pergerakannya dilakukan berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Contoh otot halus adalah otot nadi dan otot-otot pada pencernaan.

3. Sendi

Sendi adalah bagian tempat dua tulang bertemu, sendi inilah yang menyambungkan tulang-tulang dalam tubuh kita. Selain berfungsi sebagai penyambung diantara dua tulang, sebagian sendi juga berfungsi sebagai engsel sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan tubuh.

Salah satu contoh sendi adalah pada bagian lutut yag merupakan pertemuan antara tulang paha dengan tulang kering dan tulang kaki. Lutut jugalah yang membuat kedua kaki dapat ditekuk dan memudahkan saat berjalan.

Sendi yang terdapat pada manusia ada tiga jenis, yaitu:

3.1. Sendi Fibrosa

Sendi fibrosa adalah sendi mati atau sendi yang tidak dapat bergerak. Sendi mati ini menyusun bagian tengkorak kepala. Saat kita bayi, tulang tengkorak berupa potongan-potongan lempeng sehingga memungkinkan untuk sedikit bergeser saat melalui jalan lahir. Seiring dengan pertumbuhan lempeng ini mengeras dan disatukan oleh sendi fibrosa untuk perlindungan pada otak.

3.2. Sendi Cartilagonius

Yang kedua adalah yaitu sendi yang memiliki sedikit pergerakan. Sesuai dengan namanya sendi cartilagonius menghubungkan dua tulang dengan tulang rawan, sehingga hanya memungkinkan unuk sedikit pergerakan saja. Contoh mudah sendi ini adalah sendi yang menghubungkan ruas-ruas tulang belakang.

3.3. Sendi Synovial

Yang ketiga adalah sendi synovial atau sendi peluru yakni sendi yang memungkinkan terjadinya pergerakan bebas. Ada yang keatas kebawah bahkan memungkinkan gerakan memutar. Sendi ini tentu saja ada pada bagian-bagian yang membantu kita bergerak seperti, siku, lutut, paha dan bagian lain.

Kunci utama sendi ini ada pada cairan sinovial. Jadi pada bagian persendian ini kedua tulang tidak langsung berteu, melainkan terdapat ruang diantaranya yang terisi oleh cairan sinovial. Cairan inilah yang berfungsi sebagai pelumas untuk memudahkan tulang bergerak. Sedangkan untuk pergerakannya sendi synovial dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Sendi engsel, yang bergerak satu arah seperti pada siku dan lutut.
  • Sendi putar, yang memungkinkan terjadinya gerakan memutar yaitu bagian leher.
  • Sendi ball and socket, yang memiliki gerakan bebas ke semua arah. Yaitu pada bagian pinggul dan bahu.